Jumat, 06 April 2012

Budaya Tradisional dan Mahasiswa

Budaya Tradisional dalam Konteks Mahasiswa sebagai Insan Intelektual “Pusat bahasa mencatat sembilan bahasa daerah di Indonesia telah punah dan 65 bahasa daerah lainnya terancam punah. Hal ini disebabkan karena berkurangnya jumlah penutur bahasa daerah serta pengaruh bahasa-bahasa utama dalam kehidupan modern”. Inilah pernyataan yang disampaikan oleh ketua pusat bahasa nasional, Dendy Sugono, yang diakses penulis melalui melayuonline.com. Bahasa daerah merupakan salah satu dari unsur kebudayaan tradisional Indonesia dan ternyata kondisinya memang sangat memprihatinkan. Inilah salah satu potret realita kebudayaan tadisional Indonesia yang baru dilihat dari salah satu unsur saja, bahasa daerah. Bukan tidak mungkin ragam kebudayaan daerah lainnya ikut terancam punah. Hal ini di dasari fakta bahwa penggunaannnya di masyarakat semakin sempit seperti halnya bahasa daerah. Budaya adalah jati diri bangsa. Jika budaya bangsa itu punah maka hilanglah jati diri Bangsa Indonesia. Kekayaan Khasanah Budaya Indonesia Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Sedangkan secara istilah budaya dapat diartikan sebagai suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Kebudayaan tradisional adalah kebudayaan yang dibentuk dari kebudayaan beraneka ragam suku-suku di Indonesia dan merupakan bagian integral daripada kebudayaan Indonesia nantinya secara keseluruhan. Kebudayaan tradisional banyak dipengaruhi oleh sejarah dan kebiasaan atau adat masa lalu, dari proses belajarnya manusia. Jadi, berdasarkan definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa budaya tradisional adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang yang dalam penerapannya banyak dipengaruhi oleh sejarah dan kebiasaan atau adat masa lalu dan diwariskan dari generasi ke generasi. Berarti sudah memang bisa dpastikan bahwa budaya itu harus dilestarikan karena jika tidak diwariskan ke generasi selanjutnya mungkin bisa dikatakan bukan sebuah budaya dan akan menjadi punah. Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan ragam jenis budaya. Mulai dari tanah rencong sampai tanah Papua memiliki beragam jenis budaya. Jumlah budaya dari negara yang dijuluki zamrud khatulistiwa ini bisa mencapai ribuan. Semuanya sangat beragam serta unik dan merupakan warisan yang tidak ternilai harganya dari nenek moyang Bangsa Indonesia. Untuk bahasa daerah saja di Indonesia terdapat sekitar 746 buah. Jika diasumsikan setiap provinsi di Indonesia memiliki satu jenis tarian daerah, lagu daerah, alat musik daerah, dan masing-masing satu untuk setiap unsur kebudayaan maka sudah bisa dipastikan jumlah kebudayaan tradisional Indonesia bisa mencapai ratusan bahkan mngkin bisa mencapai ribuan jumlahnya. Selain menjadi bukti akan begitu berbudayanya peradaban nenek moyang kita, budaya bangsa yang kita miliki sekarang memberikan banyak keuntungan jika dilihat dari beberapa aspek. Sebut saja dari aspek nasionalisme, beragamnya budaya Indonesia merupakan penjelmaan dari rasa persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia yang kemudian membuat negeri ini mengusung semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Dari segi ekonomis, ternyata beragamnya keunikan budaya Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan terutama wisatawan mancanegara. Tentu saja hal ini akan menjadi sumber devisa bagi negara. Akan tetapi, pada kenyataannya beberapa budaya Bangsa Indonesia diprediksi akan berangsur punah bahkan beberapa bahasa daerah disinyalir akan mengalami kematian bahasa. Hal ini sempat mencuat juga di salah satu surat kabar bahwa beberapa bahasa di dunia akan mengalami kepunahan termasuk beberapa bahasa daerah yang ada di Indonesia. Selain diprediksi punah, kepemilikan beberapa Budaya Indonesia di akui oleh negara lain. Hal inilah yang tidak kita harapkan. Bagaimanapun, Budaya Indonesia adalah kekayaan yang harus diwariskan kepada generasi-generasi selanjutnya. Mahasiswa sebagai Insan Intelektual Mahasiswa berasal dari dua kata yang digabungkan, yaitu Maha dan Siswa. Maha yang artinya tertinggi sedangkan siswa adalah bagian dari kaum pelajar. Jadi, Mahasiswa adalah orang yang sedang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Oleh sebab itu, mahasiswa disebut sebagai kaum cendekiawan atau Insan Intelektual. Mahasiswa adalah suatu bagian yang tidak terpisahkan dari negeri ini karena peran pentingnya yang begitu besar terhadap majunya sebuah peradaban yang sedang dibangun oleh bangsa ini. Peradaban yang mempunyai cita-cita luhur dan mulia, yaitu menuju Indonesia yang makmur, sejahtera, dan bangga terhadap budaya yang dimilikinya. Mahasiswa juga dapat dikatakan sebuah komunitas yang sangat unik yang berada di tengah tengah masyarakat dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya. Berdasarkan kelebihan dan kesempatan yang dimilikinya, maka tidak pantaslah seorang mahasiswa mementingkan kepentingan pribadi (apatis) tanpa memberikan sumbangsih terhadap bangsa dan negaranya. Mahasiswa mempunyai tempat tersendiri di dalam tubuh masyarakat yang berarti bukan bagian yang terpisahkan dari lingkungan masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, dapat dirumuskan perihal peran dan fungsi mahasiswa untuk peradaban Bangsa Indonesia. Mahasiswa sebagai Iron Stock Mahasiswa adalah bagian dari sebuah harapan kecil masyarakat yang diharapkan dapat merubah kondisi bangsa yang saat ini semakin runyam akibat dari berbagai permasalahan yang terjadi, baik itu masalah politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, sandang, pangan dan juga kebudayaan. Mahasiswa yang diharapkan adalah mahasiswa yang mampu menjelma menjadi pemimpin-pemimpin tangguh, berakhlak mulia, memiliki intelektualitas, kritis terhadap kondisi bangsanya serta memiliki nilai-nilai moral. Sejarah telah melahirkan banyak cerita tentang peranan pemuda dan kaum pelajar (baca : mahasiswa) dalam perubahan kondisi bangsa dan negaranya mulai dari zaman kenabian, zaman kolonialisme hingga zaman reformasi. “Berikan Aku 10 Pemuda maka akan kuguncang dunia” inilah pernyataan yang dulu diteriakan oleh presiden pertama kita, Ir. Soekarno. Pemuda adalah tumpuan bangsa, pepatah bijak mengatakan bahwa untuk melihat masa depan suatu bangsa maka lihatlah bagaimana pemudanya. Kata-kata inspirasi di atas membuktikan betapa besarnya peran pemuda bagi bangsa ini. Setiap orang dari kita memahami bahwa pemuda adalah harapan bagi keberlangsungan sebuah peradaban, harapan bagi terwujudnya Bangsa Indonesia yang makmur, sejahtera, dan menjunjung nilai-nilai normatif. Mahasiswa sebagai Guardian of Value Mahasiswa berperan sebagai penjaga nilai-nilai moral di dalam masyarakat. Nilai-nilai yang harus dijaga mahasiswa adalah nilai-nilai yang bersifat mutlak serta tidak ada lagi keraguan didalamnya. Sebagai Agent Guardian of Value, sudah seharusnya mahasiswa menjadi contoh yang baik di lingkungan masyarakat serta juga menjadi bagian untuk mencegah hal hal yang merusak nilai-nilai moral yang saat ini sedang merongrong kehidupan para pemuda. Hal ini disebabkan karena Bangsa Indonesia yang terwujud tidak hanya modern secara teknologi maupun mapan secara ekonomi tetapi juga bangsa yang bermoral. Mahasiswa sebagai Agent of Change Mahasiswa berperan sebagai Agen Perubahan. Mahasiswa yang diharapkan oleh masyarakat menjadi bagian dari perubahan dan aktor yang membawa bangsa ini menjadi lebih baik, lebih bermartabat, lebih makmur, lebih sejahtera dan lebih tentram. Mahasiswa seharusnya menjadi garda terdepan dalam mengawal serta melakukan perubahan yang sejak lama diimpikan oleh masyarakat banyak dikarenakan mahasiswa adalah kaum serta golongan yang "eksklusif". Perubahan itu sendiri sebenarnya dapat dilihat dari dua pandangan. Pandangan pertama menyatakan bahwa tatanan kehidupan bermasyarakat sangat dipengaruhi oleh hal-hal bersifat materialistik seperti teknologi, misalnya kincir angin akan menciptakan masyarakat feodal, mesin industri akan menciptakan mayarakat kapitalis, internet akan menciptakan menciptakan masyarakat yang informatif, dan lain sebagainya. Pandangan selanjutnya menyatakan bahwa ideologi atau nilai sebagai faktor yang mempengaruhi perubahan. Budaya Tradisional Indonesia Saat Ini dan Peran Serta Mahasiswa Bukan lagi menjadi hal baru bagi kita semua, sebagain dari kita tentu tahu bahwa mahasiswa adalah tumpuan harapan bangsa untuk melanjutkan keberlangsungan negeri ini. Mereka adalah bibit-bibit yang akan menjadi suplai akan munculnya pemimpin-pemimpin bangsa. Oleh karena itu, mereka disebut sebagai iron stock. Masa depan bangsa ini ada dipundak mahasiswa. Kegiatan perekonomian, sosial, hukum, politik, dan tidak terkecuali budaya yang menjadi warisan bangsa adalah amanah yang harus siap dipikul mahasiswa. Sampai sejauh ini, suara mahasiswa telah diteriakan untuk mengkritisi masalah ekonomi, politik, hukum, dan pendidikan sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap bangsa ini. Namun, sebagian dari kita mungkin tahu bahwa permasalahan bangsa ini bukan hanya sekadar masalah-masalah di atas. Banyak hal-hal sepele yang harus kita lirik untuk diperjuangkan, budaya Bangsa Indonesia misalnya. Kita tidak bisa memungkiri bahwa keberadaan budaya Bangsa Indonesia sekarang kondisinya cukup memprihatinkan. Budaya-budaya tradisional bangsa ini semakin tergeser oleh budaya-budaya modern yang berasal dari barat sana. Ironisnya para pemuda lah yang cenderung melupakan budaya Indonesia dan malu untuk menunjukan kebudayaan tradisional Indonesia. Mereka lebih suka berbicara menggunakan bahasa-bahasa gaul, lebih suka menari modern, dan lebih suka memainkan alat musik modern. Pada dasarnya tidak ada larangan untuk mengenal budaya-budaya dari luar tetapi bukan berarti kita harus melupakan budaya bangsa. Lihat saja negara modern sekelas Jepang pun tidak begitu saja meninggalkan budaya warisan nenek moyang mereka tetapi kondisi di negara kita malah sebaliknya. Beberapa bahasa termasuk bahasa Sunda pemakainya semakin sedikit dan diprediksi akan mengalami kematian bahasa. Beragam jenis tarian tradisional sudah tidak dikenali oleh generasi masa kini. Semua ini bukan hanya sekadar wacana tetapi hal ini benar-benar terjadi. Di surat kabar, di internet, dan bahkan di lingkungan sekitar bisa kita observasi secara langsung. Keadaan-keadaan semacam itulah yang tampak pada generasi mudanya. Melihat kondisi seperti ini, apakah kita akan rela jika budaya Indonesia harus hilang begitu saja? Apakah mahasiswa hanya akan duduk terdiam ketika melihat satu per satu budaya bangsa direbut oleh negara lain atau mungkin berangsur pergi mencari tanah merah untuk menggali kuburan mereka? Mahasiswa adalah secercah harapan bangsa. Mereka adalah kaum-kaum intelektual yang harus siap mengubah laut menjadi darat untuk kemashlahatan umat manusia dan lingkungannya. Apa yang bisa mereka lakukan untuk kebaikan bangsa ini maka sejatinya lakukanlah. Sebagai agen perubahan mahasiswa tidak bisa hanya menonton ketika Budaya Bangsa Indonesia menghilang satu per satu. Meskipun apa yang mungkin dilakukan tidak menjamin seratus persen akan tetap terjaganya secara utuh budaya bangsa tetapi jangan menyepelekan hal-hal kecil yang bisa kita lakukan. Sekarang saatnya mahasiswa membuktikan kalau mereka memang adalah agen-agen perubahan yang akan merubah kondisi budaya bangsa ini menjadi lebih baik. Mari sebagai mahasiswa kita bertindak sesuai kapasitas kita untuk menjaga nilai-nilai budaya bangsa. Kegiatan-kegiatan pelestarian budaya bangsa dapat dilakukan dengan membentuk komunitas baik dilingkungan kampus maupun luar kampus yang fokus terhadap Budaya Indonesia. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka character building kepada siswa-siswi sekolah untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian budaya tardisional bangsa. Kita, mahasiswa harus mampu memberikan pengaruh positif kepada masyarakat untuk turut serta menjaga kelestarian jati diri bangsa. Penelitian-penelitian yang dilakukan mahasiswa khususnya mengenai kebudayaan tidak kalah penting juga. Melalui penelitian-penelitian diharapkan mampu terus mengembangkan dan menjaga Budaya Indonesia. Promosi ke negara lain dalam ragka memperkenalkan budaya kita di kancah Internasional. Poin penting yang harus dilakukan mahasiswa adalah mahasiswa sendiri harus bangga dan memiliki sense of belonging terhadap budaya Bangsa Indonesia. Hidup Mahasiswa !!! Hidup Mahasiswa !!! Hidup Mahasiswa !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar